RUPIAH MELEMAH, PETANI UNTUNG ATAU RUGI??

                         Petani Foto - unduh gambar kualitas tinggi gratis | Magnific

Melemahnya nilai rupiah tidak disebabkan oleh faktor tunggal tapi ada dua faktor yang secara simultan mempengaruhinya yaitu faktor internal berupa kondisi ekonomi domestik dan faktor eksternal berupa kondisi ekonomi global. Kondisi ekonomu global yang terjadi seperti kenaikan suku bunga AS dan berupa ketidakpastian ekonomi dunia (perang, konflik geopolitik, krisis energi, dll). Sedangkan kondisi ekonomi domestik yang terjadi berupa defisit anggaran, sehingga negara berupaya mencari pembiayaan lain berupa hutang dan menambah likuiditas, selain itu faktor suku bunga yang rendah juga akan menyebabkan jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat. Ketika jumlah uang yang beredar banyak, tetapi penawaran barang/jasa tidak bertambah sebanding harga-harga bisa naik dan terjadilah inflasi.

Ketika investor melihat ketidakpastian ekonomi yang terjadi dalam negeri membuat mereka menarik modal, dan memilih mereka menukar dengan mata uang yang lebih menguntungkan. Ditambah melihat suku bunga AS lebih tinggi, sehingga membuat mereka menukar rupiah menjadi dolar yang dianggap lebih menguntungkan dan aman. 

 Lalu bagaimana dampaknya secara langsung terhadap komoditas pertanian?, sebenarnya secera teori ada dua persepsi apabila kurs rupiah melemah yaitu dampak positifnya adalah komoditas unggulan eskpor akan memperoleh keuntungan lebih besar dan bisa berdaya saing. Dampak negatifnya adalah karena input pertanian masih banyak tergatung terhadap produk impor akan menyebabkan biaya produksi lebih tinggi, akibatnya keutungan petani kecil bisa saja menuru.

Tetapi jika ditekankan kembali dari segi output atau produksi, tidak semua petani menikmati keuntungan eskpor, sebagian besar petani kecil hanya fokus pada pasar domestik, bukan eskportir langsung. Belum lagi banyak mafia pemasaran pertanian yang mengambil keutungan dari sana malah mencekik petani kecil dengan biaya produksi yang besar 

Komentar